BBPP Binuang Apresiasi Peternak Milenial Kabupaten Tapin

Rantau, Sabanua.com – Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Dr. Ir Yulia Asni Kurniawati , M.Si mengapresiasi peternak milenial yang berhasil mengembangkan pakan ternak dari bahan sulid (ampas buah sawit).

Pembinaan berkelanjutan terus di lakukan Kementerian pertanian untuk mendukung petani generasi milenial.

Menteri pertanian Sahrul Yasin Limpo selalu berpesan untuk membangun pertanian, kita harus tumbuhkan petani muda, petani milenial.

Kita harus bahu membahu menumbuhkan petani milenial untuk menggantikan petani yang sudah tua kata mentan.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian RI. Dedi Nursyamsi mengatakan Pertanian apabila di kelola dengan baik dan menggunakan tekhnologi yang baik akan menghasilkan duit.

Maka dari itu, kita harus terus membina dan memberikan pengetahuan, keterampilan dan tekhnologi yang tepat kepada petani petani milenial pinta Dedi.

“Saya merasa bangga peternak kambing asal Binuang berhasil mengembangkan pakan ternak dari bahan sulid, ampas tahu dan rumput,” Ujar Kepala BBPP Binuang Yulia Asni Kurniawati, saat memantau kandang ternak kambing di Desa pulau pinang.

Menurut Yulia, Adanya inovasi peternak milenial, khususnya dalam memecahkan permasalahan pakan ternak yang saat ini semakin sulit didapat, karena rumput saat ini sudah sangat jarang.

“Dengan inovasi pakan ternak dapat membuat para peternak tidak sulit lagi mencari pakan untuk ternak mereka,” Ucapnya.

Lanjutnya, Melalui inovasi ini nantinya pihak Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, akan melakukan pengkajian lebih lanjut. Agar pakan ternak dengan bahan dasar ampas buah sawit dapat dikembangkan dengan skala besar khususnya di Kalimantan Selatan.

“Nanti kita akan bekerjasama dengan dua universitas yakni, Uniska dan Universitas Brawijaya untuk penelitian lebih lanjut,” Bebernya.

Ditambahkannya, setelah dilakukan penelitian dan hasilnya sangat bagus, pakan ternak ini akan kita sosialisasikan kepada semua peternak yang ada di Kalimantan Selatan sehingga swasembada daging di Kalimantan Selatan dapat tercapai. (SB02)