Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI

Jaring Petani Milenial, DPKP Kalsel Bersama BPPSDMP Gelar Sekolah Bisnis

  • 23/05/2023 14:19:00
  • By : Administrator
  • 19163
Jaring Petani Milenial, DPKP Kalsel Bersama BPPSDMP Gelar Sekolah Bisnis

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang menyelenggarakan sekolah bisnis petani.

Kegiatan ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan minat petani milenial untuk terjun dan berwirausaha di bidang pertanian.

Di beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meminta petani milenial untuk memperluas jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global.

"Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Jadi, sangat penting konektivitas antar kalian (petani milenial) untuk membangun ekosistem," tutur dia.

Sedangkan terpisah, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan, paling tidak ada tiga jurus jitu untuk membangun wirausaha pertanian. Pertama, smart farming, yakni pertanian yang dilakukan dengan cara-cara cerdas dan dilakukan oleh orang-orang cerdas.

"Saya yakin bahwa dengan smart farming produktivitas bisa kita genjot, kualitas bisa kita perbaiki, dan kontinuitas produk bisa kita jamin," kata Dedi.

Selanjutnya adalah memanfaatkan KUR, yang didedikasikan pemerintah kepada seluruh pelalu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk petani dengan bunga hanya 6 persen.

"KUR itu ibarat bensin. Percuma kita punya traktor, motor, mobil, dan kendaraan lainnya kalau bensinnya tidak ada. Jadi, KUR itu adalah bensin yang akan menggerakkan wirausaha pertanian kita," kata Dedi.

Agustus 2023. (Foto: Kementan)

 

 

JAKARTA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang menyelenggarakan sekolah bisnis petani.

Kegiatan ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan minat petani milenial untuk terjun dan berwirausaha di bidang pertanian.

Di beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo meminta petani milenial untuk memperluas jejaring pasar, pertukaran teknologi dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim global.

"Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Jadi, sangat penting konektivitas antar kalian (petani milenial) untuk membangun ekosistem," tutur dia.

Sedangkan terpisah, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan, paling tidak ada tiga jurus jitu untuk membangun wirausaha pertanian. Pertama, smart farming, yakni pertanian yang dilakukan dengan cara-cara cerdas dan dilakukan oleh orang-orang cerdas.

"Saya yakin bahwa dengan smart farming produktivitas bisa kita genjot, kualitas bisa kita perbaiki, dan kontinuitas produk bisa kita jamin," kata Dedi.

Selanjutnya adalah memanfaatkan KUR, yang didedikasikan pemerintah kepada seluruh pelalu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk petani dengan bunga hanya 6 persen.

"KUR itu ibarat bensin. Percuma kita punya traktor, motor, mobil, dan kendaraan lainnya kalau bensinnya tidak ada. Jadi, KUR itu adalah bensin yang akan menggerakkan wirausaha pertanian kita," kata Dedi.

Terakhir, lanjut Dedi, membangun kolaborasi dengan seluruh offtaker, bayer, eksportir, foundation yang menyediakan dana, dan perbankan. Dengan membangun jaringan, kata Dedi, rezeki akan meningkat.

"Prisipnya, kita harus bangun kolaborasi bukan kompetisi, kita harus bersanding, bukan bertanding, kita harus merangkul bukan baku pukul, kita juga harus memeluk bukan baku gebuk. Itu yang harus kita lakukan," imbuh dia.

Sekolah bisnis petani ini diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada 21 hingga 25 Agustus 2023.

Kasi Penyuluhan DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, M. Noviannor Firdaus mengatakan, tren petani milenial saat ini tengah menurun. Olehnya itu, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan minat anak-anak muda.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap petani milenial di Hulu Sungai Tengah agar mampu berusaha pertanian dari hulu hingga hilir, sampai ke pemasarannya," ungkap dia.

Sekertaris Dinas Pertanian Hulu Sungai Tengah H. Mukaram berterimakasih kepada DPKP Provinsi Kalimantan Selatan atas diselenggarakannya  kegiatan ini.

"Dunia pertanian menjadi hal yang serius bagi Pemkab Hulu Sungai Tengah, terutama komoditas hortikultura. Kami berharap, produk pertanian Hulu Sungai Tengah dapat dipasarkan menjadi produk unggulan hingga mampu menopang IKN," imbuh dia.