POTENSI HERBA ASLI INDONESIA SEBAGAI IMMUNE BOOSTER

(Sumber: Puspitasari, 2020)

Oleh:

Asri Puspita Wardhani, M.Sc.

Widyaiswara Ahli Pertama – Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Kebutuhan akan makanan mengalami pergeseran dari waktu ke waktu. Semula orang-orang berpedoman pada istilah empat sehat lima sempurna, dimana setiap orang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi karbohidrat (beras, ubi, gandum), lauk sebagai sumber protein, dan lemak (ikan, tempe, tahu, daging, telur dan sebagainya), sayur sebagai sumber vitamin, serat dan mineral, buah sebagai sumber vitamin, dan terakhir susu sebagai penyempurnanya. Seiring berkembangnya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan, pemenuhan kebutuhan makanan kini bergeser menjadi menu seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Sebagai contoh, penderita diabetes mellitus memerlukan energi dari karbohidrat kompleks (ubi dan serat) yang mengurangi kecepatan pelepasan gula ke dalam tubuh, sehingga glukosa darah tidak meningkat signifikan. Dari adanya pergeseran kebutuhan makan tersebut, timbul rasa kesadaran dari masyarakat akan pentingnya pola makan yang sehat.

Bahan pangan yang diminati saat ini adalah makanan yang tidak hanya berkomposisi gizi baik, seimbang, dan memiliki fungsi fisiologis, namun juga memiliki penampakan, serta cita rasa yang baik. Saat ini, banyak diketahui bahwa pada bahan pangan terdapat senyawa-senyawa yang mempunyai peranan penting untuk menunjang kesehatan. Senyawa tersebut mengandung komponen bioaktif yang mempunyai aktivitas fisiologis yang dapat memberikan efek positif bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu lahirlah konsep pangan fungsional (functional food). Pangan fungsional yang merupakan makanan / diet sehari-hari untuk meningkatkan taraf kesehatan dengan kandungan senyawa bioaktifnya yang mampu memberikan efek fisiologis yang baik bagi tubuh. Dalam hal ini, ternyata banyak bahan pangan yang ditemukan memiliki senyawa bioaktif tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti halnya rempah-rempah yaitu jahe, kunyit, kencur, temulawak, lempuyang, dan lengkuas.

Rempah-rempah umumnya mengandung senyawa bioaktif yang bersifat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel tubuh, serta mencegah pertumbuhan sel kanker. Penggunaan tanaman obat, dan rempah-rempah ini memang banyak digunakan dalam pengobatan dan perawatan kesehatan, yaitu berupa minuman fungsional jamu. Khasiat dari jamu sendiri telah dirasakan dari generasi ke generasi yang diwariskan lewat resep turun temurun. Contoh dari produk minuman fungsional yang sering kita temui sehari-hari adalah minuman temulawak, wedang jahe, ronde, sekoteng, kunyit asam, bandrek, serbat, dadih, dan lain sebagainya. Berbagai manfaat dari konsumsi minuman fungsional jamu, seperti adanya kandungan antioksidan yang tinggi, membuat tanaman obat, serta rempah-rempah ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai minuman fungsional yang mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Referensi:

Puspitasari, Ika. 2020. Pentingnya Mengenal Kembali Jenis Obat Tradisional Pada Masa Pandemik Covid-19. https://farmasi.ugm.ac.id/id/pentingnya-mengenal-kembali-jenis-obat-tradisional-pada-masa-pandemik-covid-19/. Diakses Pada Tanggal 5 Oktober 2021.