PELATIHAN PEMBUATAN ABON CABE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

Oleh:

Asri Puspita Wardhani, M.Sc

Widyaiswara Ahli Pertama – Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Produksi tanaman sayuran dan buah-buahan khususnya buah semusim di bidang pertanian setiap tahunnya memberikan hasil yang memuaskan terutama bagi petani. Salah satu jenis tanaman sayuran yang memiliki produktivitas cukup tinggi di Indonesia yaitu cabe. Jenis cabe yang banyak dibudidayakan yaitu jenis cabe merah besar dan cabe rawit. Cabe pada saat musim kemarau akan mengalami peningkatan harga akan tetapi musim hujan dan musim panen raya maka jumlah produksi cabe akan semakin tinggi dengan harga jual yang rendah. Permasalahan lain dari petani cabe adalah mengenai umur cabe segar yang tidak tahan lama dan mudah busuk menyebabkan tidak ada pilihan bagi petani untuk menyimpan dan menjual cabe pada saat harga tinggi. Karena hal tersebut, petani biasanya akan menjual hasil panennya dari sawah ke pasar tradisional lokal atau ke pedagang pengumpul dengan harga yang murah.

Pelatihan pembuatan abon cabe merupakan kegiatan inti untuk menjawab kebutuhan petani dalam teknologi tepat guna yang bisa memperpanjang daya simpan cabe merah segar agar tidak cepat busuk dan mengakibatkan kerugian bagi petani. Pengolahan cabe menjadi produk abon akan meningkatkan nilai tambah cabe dan memiliki umur simpan yang panjang, serta meningkatkan nilai jual yang lebih mahal daripada menjual dalam bentuk cabe segar. Abon cabai adalah inovasi terbaru dalam hal pengolahan, karena biasanya abon dibuat dari daging dan ikan. Abon cabe ini memiliki karakteristik kering dan tahan lama, tidak mengandung pengawet, perasa dan pewarna buatan.

Proses pembuatan abon cabe bisa dilakukan dengan beberapa metode. Untuk mempercepat dan memudahkan dalam proses pengeringan, maka cabe segar terlebih dahulu diblanching selama kurang lebih lima menit. Blanching pada cabe dimaksudkan untuk menghilangkan kekerasan dan membuat daging buah menjadi lunak untuk memedahkan proses pengeringan. Setelah itu, cabe yang telah diblanching kemudian dipotong dengan ukuran kecil dan dikeringkan. Pengeringan cabe jika tidak menggunakan alat pengering, cabai dapat dikeringkan dengan sinar matahari. Setelah cabai kering, cabai dihaluskan dan dicampur dengan bahan lain seperti gula halus, garam, bawang putih yang telah dihaluskan, dan ebi kering yang telah dihaluskan. Campuran bahan ini kemudian disangrai dan dikemas.

Kemasan abon cabe yang digunakan adalah wadah toples transparan. Pemilihan jenis wadah ini dimaksudkan untuk memperlihatkan abon cabe yang dikemas. Kemasan tidak boleh berwarna sehingga warna dari bahan yang dikemas akan terlihat dengan jelas. Penggunaan kemasan dapat berupa kemasan toples plastik maupun kaca. Dengan penambahan label pada kemasan diharapkan mampu untuk meningkatkan daya tarik kemasan Abon Cabe dan sebagai informasi bagi para konsumen.