LESTARIKAN JAMU TRADISIONAL DALAM MENINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH DI MASA NEW NORMAL (COVID 19) BBPP BINUANG LATIH PETANI DAN PENYULUH

Oleh:

Amallia Rosya, SP., M.Si., Dan Asri Puspita Wardhani, M.Sc

Widyaiswara Ahli Pertama – Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah berupa tanaman obat yang sejak jaman dulu dimanfaatkan oleh nenek moyang kita menjadi jamu. Jamu dikenal sebagai obat tradisional khas Indonesia. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami yang banyak tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Sekitar 2.518 jenis tumbuhan dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Sejak pandemi COVID-19 merebak pada Maret 2020, obat-obatan tradisional dari bahan tanaman obat itu semakin banyak diminati.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang merupakan UPT BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Pelatihan bagi Non Aparatur Angkatan XXX yang mengangkat tema mengenai tanaman obat. Sebanyak 30 orang petani dan penyuluh mengikuti pelatihan ini.

Pada kesempatan ini para peserta pelatihan mendatangi industri rumahan pembuatan jamu. Ibu Nur Aisyah sebagai ketua KWT Pematang Mulya Desa Seruyan Hilir Timur, menjelaskan beberapa jenis tanaman obat yang ditaman sendiri dan di olah menjadi jamu. Sekitar 1,5 ha lahan yang digunakannya sebagai lahan untuk menanam tanaman obat yang akan di olahnya kembali menjadi jamu. Saya membudidayakan sendiri tanaman obat dan mengolahnya sendiri, hal ini dilakukan mualai dari hulu sampai hilir. Perlunya dukungan dari berbagai pihak untuk hal pemasaran dan pengemasan tuturnya.

Kasie Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan, Jamilah S.P menyatakan bahwa wilayah Seruyan mempunyai potensi tanaman rimpang-rimpangan yang sangat bagus. Hanya saja terkendala dalam pengolahannya. Dengan adanya pelatihan ini, sangat bermanfaat sekali, karena menambah keterampilan para penyuluh dan petani serta menambah wawasan kami dalam pengolahan tanaman obat. Apalagi jamu menjadi minuman yang dicari-cari masyarakat ditengah pandemic covid, tutupnya.