Tindak Lanjuti Keluhan Petani, BBPP Binuang Bersama BWS Kalimantan III Siap Tangani Masalah Irigasi Di Kabupaten Banjar
Banjar, 05 Februari 2026 Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk membela kepentingan petani dalam program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan (OPLAH).
Mentan Amran memberi perhatian khusus terhadap persoalan akses air irigasi yang dinilai sangat penting bagi petani.
“Air dari alam adalah hak petani. Jangan sampai ditahan dan dipersulit. Saya minta Pak Dandim, Kapolres, Kajari, semua turun ke lapangan. Dahulukan petani, dahulukan rakyat kecil,” tegas Mentan
Mentan juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak. Ia menekankan pentingnya percepatan perbaikan agar produksi tidak terganggu.
“Saya minta irigasi ini segera diperbaiki, selesaikan seluruh perbaikan di area ini, langsung dikerjakan,” ujar Mentan.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sektor pertanian perlu ditangani serius dan memerlukan kolaborasi harmoni dalam menyelesaikan permasalah yang ada.
Tindak lanjut keluhan dari petani, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang meninjau langsung sistem irigasi yang ada di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dilangsungkan pada hari Kamis, 05 Februari 2026 ini diikuti langsung oleh Kepala BBPP Binuang, Atekan serta didampingi oleh Kepala BWS Kalimantan III,Dedi Supriadi; Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar; Koordinator BPP Martapura Barat, Danil Bangsawan; PPL Kecamatan Martapura Barat; serta anggota Brigade Pangan di Kecamatan Martapura Barat.
Kepala BBPP Binuang, Atekan saat kegiatan berlangsung mengungkapkan perlunya penanganan khusus terhadap irigasi, agar program CSR dapat optimal dan petani dapat segera melakukan penanaman.
Di kesempatan yang sama, Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriadi menegaskan pihaknya siap untuk segera menindaklanjuti terkait masalah irigasi yang ada.