Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Pendampingan TAM dan Monitoring Brigade Pangan di Barito Kuala Dorong Optimalisasi Pertanian Berkelanjutan

23/05/2026 14:21:00 TIM PPID BINUANG 12

Barito Kuala — BBPP Binuang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan pertanian melalui kegiatan pendampingan dan monitoring lapangan di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang dilaksanakan bersama TAM Prof. M. Arsyad ini meliputi monitoring Brigade Pangan, penerapan metode tanam PM-AAS, pemantauan lahan CSR, hingga monitoring kawasan bibit kelapa unggul.

Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping dari BBPP Binuang melakukan monitoring pada Brigade Pangan (BP) 15 Pemuda Keramat yang berlokasi di Desa Murung Keramat, Kecamatan Belawang. Brigade pangan ini mengelola lahan oplah dan telah memperoleh dukungan alsintan berupa traktor roda empat (TR4), traktor roda dua (TR2), transplanter, combine harvester, serta pompa air. Selain itu, BP 15 Pemuda Keramat juga menjadi lokasi percontohan penerapan metode tanam PM-AAS seluas 7 hektare menggunakan varietas padi Inpari 32.

Pendampingan yang dilakukan BBPP Binuang bertujuan untuk memastikan optimalisasi pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas pertanian. Saat ini lahan oplah yang dikelola masih berada pada indeks pertanaman (IP) 200. Upaya peningkatan menuju IP 300 sebelumnya telah dilakukan, namun hasilnya belum optimal akibat serangan hama burung dan tikus. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi lapangan guna mencari solusi pengendalian hama dan peningkatan hasil produksi.

Selain monitoring Brigade Pangan, tim BBPP Binuang juga meninjau lahan CSR di Kecamatan Mandastana yang sebagian masih tergenang air hingga 60 sentimeter dan terkontaminasi pirit. Di lokasi tersebut, petani menanam varietas padi lokal unggul siam madu. Monitoring turut dilanjutkan ke kawasan bibit kelapa di Kecamatan Tamban seluas 25 hektare yang merupakan kawasan Pohon Induk Terpilih (PIT). Bibit varietas Kelapa Dalam tersebut akan melalui proses sertifikasi sebelum disalurkan kepada penangkar, dengan standar minimal berat buah 1,5 kilogram per butir.

Melalui kegiatan ini, BBPP Binuang menegaskan perannya sebagai institusi pendamping dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung pengembangan pertanian modern, produktif, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.