Oleh:
Tota Totor Naibaho, SP, MP.
Widyaiswara BBPP Binuang
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa regenerasi petani sangat diperlukan untuk mewujudkan program percepatan swasembada pangan.
“Penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Pertanian modern tidak hanya memberikan keuntungan yang lebih besar, tetapi juga menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian”, ujar Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menggagas program pertanian modern untuk melibatkan generasi muda terjun di dunia pertanian. Idha berharap kolaborasi antara mahasiswa dan petani bisa memberikan manfaat dalam memajukan pertanian.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementerian Pertanian pun turut berkontribusi dengan membina, melatih, dan mengedukasi generasi muda melalui Program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) yang telah berlangsung selama 4 bulan, yang dimulai pada Bulan September 2024 hingga Desember 2024 yang diselenggarakan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun Program MSIB ini diikuti oleh 77 Mahasiswa dan 17 Mentor yang berasal dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbantan YoMa) dan Politeknik Engineering Pertanian Indonesia (PEPI), dimana mereka dibekali berbagai keterampilan, sehingga kedepannnya mampu berkontibusi aktif dan kreatif untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, menuju Swasembada Pangan.
Kegiatan MSIB yang sudah diluncurkan mulai tahun 2O21 dirancang untuk mempersempit jarak antara kompetensi lulusan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan magang, memecahkan masalah nyata dengan bimbingan mentor profesional, dan belajar di ekosistem dunia lapangan sebagai persiapan untuk menyongsong dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan tinggi nantinya.
Program MSIB Pertanian Modern pun diinisiasi untuk mewujudkan Kedaulatan Pangan Negeri di lahan rawa, sehingga akan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas generasi muda pertanian, serta peningkatan produksi padi rawa.
Program ini akan mempertemukan mahasiswa, industri, petani dan kelembagaannya dengan harapan terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini melatih hard skill dan soft skill yang akan bermanfaat bagi pengembangan karir mahasiswa di masa depan.
Pengembangan lahan rawa oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia yang melibatkan mahasiswa dalam pengelolaan lahan rawa untuk peningkatan produksi pangan berbasis pertanian modern.
MSIB bertujuan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menghadapi dinamika dan tuntutan kompetensi kerja yang harus dikuasai.
Kepala BBPP Binuang, Atekan Saat menutup Giat MSIB mengucapkan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan program program ini dengan baik, yang disampaikan pada hari Jum'at (20/12).
“Terima kasih sudah belajar dan berbagi pengalaman di Batola. Kedepannya, Semoga tetap berkontribusi membangun pertanian guna mencapai swasembada pangan. Kejarlah cita cita sebaik mungkin,dan selesaikan perkuliahan dengan baik,” Pungkasnya.