Wujudkan Efisiensi Tenaga Kerja dan Meningkatkan Produksi Pertanian, BBPP Binuang Lakukan Penanaman Padi dengan Model Arkansas
Binuang - Visi Indonesia untuk meraih swasembada pangan dalam komando Presiden Prabowo Subianto telah menjadi prioritas utama. Predikat swasembada pangan tersebut sebenarnya dapat disematkan apabila suatu negara dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakatnya minimal 90 persen dari produksi dalam negeri.
Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Kepala Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan pencapaian swasembada beras Indonesia. Menurutnya, data proyeksi dari lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) mendukung peningkatan produksi beras Indonesia di tahun 2025 ini.
"Beras kita, itu insya Allah swasembada. Ini produksinya meningkat. Bukan kata saya. Ini kata dunia, FAO. Kita gunakan data orang, karena biasanya orang lebih percaya. Ini FAO, kita peningkatan produksi beras terbesar nomor 2 dunia. Sebentar lagi nomor 1. Doakan. Kenaikannya," ujar Amran.
Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, berharap adanya peningkatkan produksi pangan dengan menerapkan teknologi pertanian yang tepat guna dan berkelanjutan.
Merealisasikan hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang melaksanakan program penanaman padi dengan Model Pertanian Modern Arkansas.
Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 31 Desember 2025 di lahan praktek BBPP Binuang yang dilaksanakan oleh tenaga lapangan.
Kepala BBPP Binuang, Atekan melalui Kepala Bagian Umum, Soleh Wahyudi saat kegiatan berlangsung mengungkapkan program penanaman padi dengan Model Pertanian Modern Arkansas mampu mengfisiensi penggunaan tenaga Kerja dan meningkatkan produksi Pertanian demi mewujudkan Swasembada Beras.