Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Perkuat Sinergi dan Koordinasi, Pusluhtan BPPSDMP Bersama BBPP Binuang Selenggarakan Soft Opening Pembinaan Penyuluh Pertanian Pendamping BP di Lokasi CSR

26/02/2026 21:42:00 TIM PPID BINUANG 2

Kapuas, 26 Februari 2026- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran  Sulaiman memberikan apresiasi yang tinggi kepada para penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam pencapaian kedaulatan pangan nasional. 

"Dedikasi para penyuluhpun telah membuahkan hasil. Hal ini terbukti dari peningkatan stok beras yang terjadi saat ini," ungkapnya. 

Sementara itu,Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pendayagunaan penyuluh pertanian dalam rangka percepatan swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Inpres No 3 Tahun 2025. 

Dimana Kementerian Pertanian perlu menyamakan komitmen dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengikuti arah komando Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan. 

“Peran penyuluh sangat vital dalam swasembada pangan sehingga perlu penguatan komitmen agar satu irama dan satu komando,”kata Idha. 

Agar tercipta sinergi dan memperkuat koordinasi Penyuluh Pertanian, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP Kementerian Pertanian bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menyelenggarakan Pembukaan Soft Opening Pembinaan Penyuluh Pertanian Mendukung Peningkatan Kapasitas Aparatur Pendamping Brigade Pangan (BP) di Lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR). 

Kegiatan berlangsung pada hari Kamis, 26 Februari 2026 yang diselenggarakan di 2 titik, yakni di Graha Tani Kabupaten Kapuas serta di Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Kegiatan soft opening dibuka oleh Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budhi Udrayana. Dalam kesempatannya dirinya mengungkapkan tantangan kita, salah satunya ada di peningkatan SDM. 

"Kita punya kewajiban untuk membangun Brigade Pangan. Selain itu juga masih banyak ditemukan kegagalan di lapangan. Tugas kita untuk mengantisipasi hal tersebut," ungkapnya. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edi Dese mengungkapkan Kabupaten Kapuas menjadi lumbung pangan bagi provinsi Kalimantan Tengah.

"Kabupaten Kapuas terdiri dari 17 Kecamatan. Sedangkan sentra padi ada di 12 Kecamatan," ungkapnya. 

Namun demikian, masih terdapat beberapa masalah di lapangan. 

"Petani masih ragu untuk menanam di Lokasi CSR. Untuk itu, melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjadi kunci dan mendapatkan solusi," pungkasnya