Gertam Kalsel Capai 542 Ha, Tapin Dorong Tanam Perdana Menuju IP 300
TAPIN – Kementerian Pertanian terus memacu percepatan tanam untuk mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui Gerakan Tanam Serempak pada lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang turut dilaksanakan di Lahan Brigade Pangan Gawi Bersama, Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat (31/7/2026).
Gerakan tanam serempak ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang dilaksanakan secara serentak pada lokasi OPLAH 2024, OPLAH 2025, dan lahan CSR 2025 di berbagai wilayah Indonesia. Lokasi utama kegiatan berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sementara Kalimantan Selatan turut berpartisipasi secara daring dari Kabupaten Tapin.
Di Tapin, kegiatan dihadiri Wakil Bupati Tapin H. Juanda, Kepala BBPP Binuang Dr. Ir. Andi Amal Hayat Makmur, unsur pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta para pemangku kepentingan terkait.
Penanaman dilakukan melalui metode tanam pindah dan pemanfaatan drone milik BBPP Binuang, menunjukkan pemanfaatan teknologi dan mekanisasi sebagai bagian dari upaya mempercepat pertanaman serta meningkatkan efisiensi kegiatan di lapangan.
Kepala Badan PPSDMP Dr. Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa program CSR pada 2025 dan 2026 menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian dengan orientasi utama pada hasil pertanaman. Ke depan, implementasi PM AAS juga akan semakin diintensifkan pada lokasi OPLAH maupun CSR pada 2026–2027.
“Penyuluh menjadi garda terdepan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program pertanian sangat ditentukan oleh keterlibatan penyuluh dalam mendampingi petani, memastikan teknologi diterapkan, serta mengawal program pemerintah hingga memberikan hasil nyata di tingkat lapangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapin H. Juanda menyampaikan bahwa Kabupaten Tapin memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.
“Indeks Pertanaman Kabupaten Tapin saat ini sudah mencapai 2,48, dan ke depan terus kita dorong menuju IP 300,” ujar Juanda.
Target IP 300 menjadi langkah strategis untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan lahan sehingga produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penyuluh, Brigade Pangan, petani, serta dukungan teknologi dan infrastruktur diharapkan mampu mempercepat pencapaian target tersebut.
BBPP Binuang terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian melalui penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi pertanian. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan indeks pertanaman, dan memperkuat swasembada pangan.