BBPP Binuang Dorong Percepatan Olah Tanah dan Tanam Cetak Sawah Rakyat di Panyipatan
Tanah Laut - BBPP Binuang terus mendorong percepatan olah tanah dan tanam pada program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Pada Senin, 16 Februari 2026, Kepala BBPP Binuang bersama Kelsi, Katimker, LO, dan penyuluh pendamping turun langsung ke lokasi guna melakukan monitoring serta koordinasi percepatan olah tanah dan persiapan tanam.
Di lokasi cetak sawah rakyat tersebut, BP Karya Muda dan BP Barakat Behuma masing-masing mengelola lahan seluas 200 hektare yang saat ini telah memasuki tahap olah lahan. Namun kondisi air masih cukup dalam sehingga estimasi waktu tanam diperkirakan pada minggu keempat Maret hingga April 2026. Tanggul di area lahan telah terbangun, tetapi masih diperlukan normalisasi aliran sungai agar air tidak menggenang dan dapat mengalir dengan baik, sehingga mendukung kesiapan lahan untuk tanam.
Sementara itu, BP Makmur mengelola lahan cetak sawah rakyat seluas 129 hektare dengan capaian olah tanah sekitar 30 hektare. Kendala yang dihadapi relatif sama, yakni kondisi air yang masih tinggi sehingga estimasi tanam direncanakan pada akhir Maret hingga April 2026. Selain itu, akses menuju lokasi juga masih terkendala karena belum tersedianya jembatan penyeberangan untuk mendukung mobilisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Kelompok tani telah mendapatkan dukungan alsintan berupa traktor roda empat (TR4) dan combine harvester, serta sarana produksi berupa benih dan pupuk. Saat ini alsintan tersebut masih dioperasikan di lahan non-CSR sembari menunggu kondisi air di lokasi cetak sawah rakyat surut dan siap ditanami. BBPP Binuang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan koordinasi lintas pihak agar percepatan tanam dapat segera terealisasi serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pertanian di Kalimantan Selatan.