SDM Pertanian Kalimantan Sambut Gembira Penghargaan Swasembada Beras IRRI

Pengakuan dunia internasional pada capaian swasembada beras secara berturut-turut, 2019 – 2021, dari Pusat Penelitian Beras Dunia atau International Rice Research Institute [IRRI] disambut gembira insan-insan SDM pertanian di seluruh Kalimantan, sekaligus sebagai tantangan untuk mempertahankan capaian tersebut.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI, Jean Balie kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu [14/8] didampingi oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Presiden Jokowi mengapresiasi IRRI yang memberikan pengakuan terhadap ketangguhan sektor pertanian Indonesia melalui Certificate of Acknowledgement kepada pemerintah Indonesia.

BBPP Binuang selaku Balai Besar Pelatihan Pertanian [BBPP] yang berkutat pada kegiatan pelatihan bagi SDM pertanian di wilayah Kalimantan menyambut gembira dan antusias atas pengakuan lembaga internasional tersebut.

“Penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas kinerja dan kerja keras Indonesia karena mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok domestik dalam hal ini beras lebih dari 90 persen,” kata Yulia Asni Kurniawati, Kepala BBPP Binuang pada Senin malam [15/8] saat diminta tanggapannya terkait penghargaan IRRI tersebut.

Diketahui, produksi beras nasional sejak 2019 konsisten beradi di angka 31,3 juta ton sehingga berdasarkan hitungan Badan Pusat Statistik [BPS] jumlah stok akhir pada April 2022 tertinggi di angka 10,2 juta ton.

Mentan Syahrul mengatakan penghargaan dari IRRI atas pencapaian Indonesia dalam swasembada beras dan meningkatkan sistem ketahanan pangan nasional merupakan kado terbesar bagi sektor pertanian dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 pada 17 Agustus 2022.

“Ini kado terbesar HUT RI, karena IRRI memberikan penghargaan. Memberi pengakuan sistem pertanian dan pangan tangguh, dan swasembada beras 2019 – 2021,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.

Dia menambahkan bahwa Presiden Jokowi menilai penghargaan tersebut sebagai hasil kerja terintegrasi dari semua pihak dengan menggunakan berbagai strategi yang sistematis, terstruktur, baik untuk sarana dan prasarana, budidaya, hingga teknologi-teknologi pertanian yang digunakan.

“Karena itu hasil dari semuanya, bahkan yang mendapat pengakuan yang sangat serius, dari lembaga tidak hanya IRRI, FAO juga, terkait penggunaan kredit usaha rakyat [KUR] untuk petani yang cukup masif,” tandasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menyambut gembira penghargaan dari lembaga internasional, IRRI, sebagai pengakuan terhadap kerja keras Indonesia mencapai swasembada beras.

Menurutnya, Presiden Jokowi menaruh perhatian besar pada pada upaya penguatan SDM pertanian dan penerapan teknologi tepat guna di Era Industri 4.0, dengan Peraturan Presiden [Perpres] Nomor 35/2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia dan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin UUD 1945.

“Perpres tersebut merupakan kebijakan dari Presiden Jokowi sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan untuk menguatkan kembali fungsi penyuluhan pertanian,” kata Dedi Nursyamsi.

Cintai Pertanian
Kabalai BBPP Binuang, Yulia AK menambahkan bahwa penghargaan IRRI berupa Certificate of Acknowledgement merupakan kebanggaan sekaligus tantangan, untuk mempertahankan capaian swasembada beras Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.

“BBPP Binuang berkomitmen bekerja lebih keras, bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian di wilayah Kalimantan sehingga dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian Kalimantan,” katanya.

Mengutip arahan Kabadan Dedi Nursyamsi tentang pemenuhan kebutuhan pangan bagi Ibu Kota Nusantara [IKN] di Kabupaten Penajam Paser Utara, harus dipenuhi oleh Kalimantan secara mandiri, tidak boleh tergantung suplai dari luar Kalimantan.

“Cintai sektor pertanian. Kalau sudah cinta pasti semua akan dilakukan untuk apa yang dicintai. Cinta ´kan membawamu sukses,” katanya mengutip arahan Dedi Nursyamsi kepada petani milenial pada kunjungan kerjanya di Kalimantan Selatan pada awal Juni lalu [1/6].

Pesan tersebut menurut Yulia AK, disampaikan oleh Kabadan Dedi Nursyamsi bagi petani milenial Kalimantan, yang terangkum sebagai The Power of Love [Kekuatan Cinta] adalah kiat sukses mengembangkan pertanian.

“Kekuatan cinta tersebut, terimplementasi pada tanah sebagai media tanam dari sektor pertanian. Artinya, cinta pada akan mendorong kita menggarapnya dengan baik, dipupuk dan penuhi nutrisinya hingga menjadi tanah subur,” kata Dedi Nursyamsi yang dikutip Kabalai Yulia AK. [Agus]