Menko Marves Luhut Pandjaitan: Hidupkan Semangat dan Harapan Petani di Wilayah Food Estate

KAPUAS-KALTENG, JKM | Disaat asa mulai redup, disitulah semangat harus hadir dan berkibar. Mungkin inilah pepatah yang menggambarkan kondisi Petani di Wilayah Food Estate Kalimantan Tengah.

Di saat masalah mulai melanda,disitulah pemimpin hadir memberikan secercah harapan. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjawabnya dengan menyapa serta menyerap keluh kesah petani di Wilayah Food Estate Melalui Program MSPP (Mentan Sapa Petani dan Penyuluh). 

Program yang dilangsungkan secara daring melalui aplikasi zoom cloud meeting ini diikuti oleh 700 lebih partisipan dari seluruh pelosok indonesia. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada jum’at, (18/03/ 2022) yang berpusat di Agricultural War Room (AWR) Kementerian Pertanian. 

Pada kesempatan ini, Menko Marves Luhut Pandjaitan berkesempatan berdiskusi dengan Petani di Wilayah Food Estate Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan Tengah. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi yang juga bertindak sebagai moderator pada kegiatan ini turut menampung semua harapan petani. 

“Khusus di wilayah Food Estate Kalteng, Semua keluh kesah kalian juga telah disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur. Diantaranya mengenai infrastruktur berupa saluran sekunder, tersier dan jalan usatani dan beberapa pendukung lainnya yang belum tuntas. Bapak Menko (Luhut Pandjaitan) langsung menyampaikannya kepada Sekjen Kementerian PUPR untuk segera terjun dan mengatasinya,”Ungkap dedi. 

Pada kesempatan ini, Dedi Nursyamsi juga turut berdiskusi serta memotivasi petani milenial di Kapuas dan Pulang Pisau yang mendapatkan program food estate. 

“Saya senang dengan kalian, kemauannya di bidang pertanian sudah luar biasa. Tinggal dipoles sedikit, saya yakin kalian akan menjadi petani yang sukses,” harap dedi. 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya sangat berkomitmen dalam upaya pengembangan Food Estate. Melalui program lumbung pangan ini, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dapat dipenuhi. 

Apalagi, yang dikembangkan di area Food Estate adalah multikomoditas. Sehingga, saat panen, semua kebutuhan bisa terpenuhi. “Di area ini ada tanaman pangan, seperti padi, hortikultura, perkebunan, juga ternak,” katanya. 

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan, “Kami tidak akan pernah berhenti memberikan ilmu di bidang pertanian”, pungkasnya.

(Adi/Irfan)