Konsisten Kawal Food Estate, Kementan Gelar Pelatihan Operasional Alsintan

KAPUAS-KALTENG, JKM | Upaya Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan kapasitas, dan kualitas SDM pertanian yang berdaya saing salah satunya dengan menggelar pelatihan. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menggelar Pelatihan Operasionalisasi dan Perawatan Alsintan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Pelatihan dilaksanakan untuk mendukung Food Estate yang terus berlangsung di Kalimantan Tengah.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pulau Petak ini diikuti sejumlah 30 orang petani yang berasal dari 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Pulau Petak, Kecamatan Kapusa Murung, Kecamatan Kapuas Barat dan Kecamatan Mantangai. Pelatihan ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 10 sampai 12 Maret 2022.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan rasa optimisnya dengan kemajuan teknologi pertanian yang semakin pesat yang menjadi tanda kesiapan pertanian 4.0. Apalagi penggunaan alat dan mesin dilakukan secara masif pada setiap proses produksi. 

“Mau bagaimana pun sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi bangsa yang dibutuhkan. Kita tidak menisbikan kekuatan atau kemajuan teknologi yang ada dan bagian dari bagaimana membangun produktivitas yang makin baik dan biaya produksi yang makin rendah itu harus dituju,” kata Mentan.

SYL melanjutkan, pertanian dulu menghadirkan cangkul, itu industri babak pertama, dan ada traktor dan hand traktor, di era induatri kedua.  “Era ketiga ada teknologi informasi dan elektronik yang diterapkan pada sistem produksi, dan sekarang masuk industri 4.0, pemuda Indonesia harus masuk kesitu” tegasnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, berkenaan dengan pentingnya peran SDM pertanian. 

“Kunci keberhasilannya adalah cara implementasi inovasi teknologi secara keseluruhan, meningkatkan produktivitas dan daya saing mandiri,” kata Dedi

Sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di Indonesia, kinerja pertanian ditentukan salah satunya oleh kerja petani, BPPSDMP berkewajiban memberi pelatihan dan mencetak tenaga-tenaga terlatih untuk terus menggerakan pertanian ke arah yang lebih maju, mandiri dan modern.

Memang dalam pelatihan ini, BBPP Binuang mensyaratkan bahwa peserta maksimal umur 40 tahun untuk memastikan peran-peran milenial dalam regenerasi pertanian Indonesia.

Materi pelatihan tematik ini dititikberatkan pada identifikasi dan mengelola kesuburan lahan bukaan baru, operasionalisasi alsintan, perawatan dan pemeliharaan alasintan, serta perencanaan UPJA.

Kepala BBPP Binuang, Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si dalam kesematannya mengatakan, “Pelatihan ini didampingi oleh widyaiswara BBPP Binuang yaitu Soleh Wahyudi dan Aman Nurrahman Kahfi,” ungkapnya.(Ank/ Soleh)