STRATEGI PERCEPATAN TRANSFORMASI KELEMBAGAAN PETANI MENJADI BUMP MENUJU KORPORASI PETANI

Septiana, S.P., M.P
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementerian Pertanian

Lemahnya perekonomian nasional dapat dilacak dari lemahnya perekonomian masyarakat pertanian di pedesaan. Penyebab utamanya adalah rapuhnya kelembagaan yang menopang kehidupan masyarakat. Bottomore (1975) dalam Taryoto (1995) mendefinisikan kelembagaan sebagai a complex or cluster of roles, yang menyebutkan bahwa konsep peranan merupakankomponen utama kelembagaan. Horton dan Hunt (1984) mendekati pembahasan kelembagaan dari norma-norma yang hidup dalam masyarakat sehingga kelembagaan didefinisikan sebagai suatu sistem norma yang diperlukan untuk mencapai sejumlah tujuan atau kegiatan yang dianggap penting oleh masyarakat yang bersangkutan. Terdapat tiga hal yang mendasar dari kelembagaan menurut Horton dan Hunt antara lain adalah sistem nilai, prosedur hubungan, serta bentuk hubungan sesama anggota masyarakat. 

Kelembagaan adalah aturan main (rules of the games) meliputi dimensi struktural dan kultural (Arifin, 2012). Kelembagaan lebih luas dari “sekadar” organisasi, karena sebagai aransemen berdasarkan konsensus, pola perilaku, norma dan konvensi yang disepakati. Sebagai aturan dan hak (rule and entitlement) yang dengan tegas memberi naungan (liberty), sanksi dan kendala (punishment and constrain) terhadap individuindividu dan kelompok dalam menentukan pilihannya. Dapat diprediksi (predictable) dan dapat diaplikasikan pada situasi berulang. Dengan kata lain perlu adanya strategi transformasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Download PDF