Sistem Pertanian Terpadu Mendukung Food Estate dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Mendukung Food Estate dan meningkatkan kesejahteraan petani, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Pelatihan Tematik Korporasi.

PULANG PISAU,koranbanjar.net – Meningkatkan produktivitas lahan di lokasi Food Estate yang diharapkan menjadi lumbung pangan ini.

Selain mengembangkan tanaman pangan khususnya padi, juga komoditas yang lain seperti itik, ikan, hortikultura, dan perkebunan.

Tujuannya supaya petani memperoleh hasil tidak hanya dari padi saja tetapi dari komoditas yang lain.

Untuk mendukung hal tersebut BBPP Binuang selaku UPT dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Tematik Korporasi Mendukung Food Estate Angkatan XXXV ( Integrasi Padi, Itik. dan Ikan II).

Bertempat di Desa Tahai Jaya Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimatan Tengah. Sabtu (7/11/2020)

Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 4 hingga 6 Nopember 2020.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang penyuluh pertanian dan petani di Kecamatan Maliku dan Kecamatan Pandih Batu.

Pertanian terpadu pada hakekatnya memanfaatkan seluruh potensi yang ada, seperti lahan, tenaga kerja supaya lebih optimal dan tidak ada limbah terbuang.

Dengan menerapkan pertanian terpadu harapannya dapat meningkatkan pendapatan petani, yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani.

Yulia Asni Kurniawati selaku Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang menyampaikan materi kebijakan korporasi, ditekankan pertanian harus ada perubahan.

“Petani dahulu mengolah tanah, tanam, dan panen dikerjakan secara manual kedepannya harus ada perubahan yang dikerjakan dengan menggunakan alat dan mesin pertanian,” tukas Yulia.

Yulia menambahkan, yang sebelumnya petani menjual hasil panen dalam bentuk gabah nanti harus dikelola secara kelompok.

Agar petani mempunyai harga tawar yang tinggi dan menjualnya dalam bentuk beras, dedak sehingga tidak ada limbah terbuang.

Pelatih pada pelatihan ini dilakukan secara Tim yaitu Uuk Suhartono dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Dayat Hermawan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara – Bogor, dan Sukadi dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang yang secara Tim menyampaikan materi padi, itik, dan ikan.

“Setelah selesai mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan sistem pertanian terpadu khusunya mengintegrasikan padi, itik, dan ikan diwilayah masing-masing,” kata Sukadi (sukadi/bbppbinuang/dya)