Siapkan SDM BBPP Binuang Gelar Pelatihan Manajerial Kostratani di Kaltim

DALAM rangka membangun pertanian, Kostratani memiliki peranan penting untuk pertanian Tanah Air sekaligus menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian. 
Hal itu ditegaskan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

BBPP Binuang, salah satu UPT BPPSDMP menyelenggarakan pelatihan di BPP Tenggarong kabupaten Kutai Kartanegara selama 3 hari yaitu tanggal 12 hingga 14 oktober 2021. 
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya BPPSDMP untuk meningkatkan kapasitas SDM para koordinator BPP serta penyuluh pertanian.
Pelatihan diikuti sebanyak 30 orang yang berasal dari kabupaten kutai karta Negara sebanyak 25 orang dan kota samarinda sebanyak 5 orang.

Selain diikuti oleh peserta utama yaitu para koordinator penyuluh, itu untuk mendukung sinergitas kegiatan maupun saat implementasinya pelatihan ini juga diikuti oleh Kepala bidang penyuluhan dinas pertanian baik kutai kartanegara maupun Kota Samarinda.
Materi-materi yang dibahas selama pelatihan sangat implementatif dalam rangka strategi  membangun pertanian. 
Materi yang dibahas di antaranya BPP sebagai pusat data dan informasi, BPP sebagai pusat Gerakan pembangunan pertanian, BPP sebagai psuat pembelajaran, BPP sebagai pusat Konsultasi agribisnis, serta BPP sebagai pusat jejaring agribisnis.

Kegiatan pelatihan manajerial kostratani angkatan ke-5 ini dibuka langsung oleh camat kecamatan Tenggarong Arfan Boma Pratama, AP.
Di sela pembukaannya beliau menyatakan dukungannya terhadap kebijakan program Kostratani.
“Sebagai ketua kostratani, tentunya saya sangat mendukung dengan adanya kebijakan program Kostratani ini, terlebih program ini sebagai upaya meningkatkan peran dan fungsi BPP sebagai pusat komando untuk membangun pertanian di kecamatan,” ujar Boma.

Selama kegiatan melibatkan beberapa fasilitator baik Widyaiswara BBPP Binuang, BPS Kabupaten Kutai Kartanegara, Pengusaha Ekportir serta Petani andalan. Dalam menyampaikan beberapa materi yang relevan. 
Akhir kegiatan peserta dipandu untuk menyusun rencana implementasi kegiatan pelatihan, bertujuan sebagai rencana aksi paska mengikuti pelatihan yang telah diikuti.[advertorial]