Produk Jahe Instan sebagai Minuman Fungsional, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat

PADA masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus meningkatkan imunitas tubuh dengan memilih makanan dan minuman fungsional. Satu di antaranya tanaman herbal jahe.
Jahe mempunyai banyak khasiat diantaranya untuk mengurangi reaksi alergi, menurunkan berat badan, meredakan nyeri haid, meredakan nyeri sendi dan otot, mencegah risiko penyakit jantung.

Olahan jahe telah banyak diproduksi dipasaran seperti jahe wangi, susu jahe, permen jahe, sirup jahe dan jahe instan.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang merupakan UPT BPPSDMP Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan Pelatihan bagi Non Aparatur Angkatan XXX yang mengangkat tema mengenai tanaman obat. 
Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 hari yang diikuti oleh petani dan penyuluh pertanian. Pelatihan ini dilaksanakan di BPP Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Di kesempatan terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi M.Agr. menyampaikan mengenai program Intensifikasi Massal melalui program panca usaha tani yang terdiri dari pengolahan tanah, pengolahan varietas yang berpotensi memiliki hasil tinggi, penggunaan pupuk, dan pengendalian hama dan penyakit.
Sejalan dengan hal tersebut, diselenggarakan pelatihan yang bertempat di BPP Seruyan dengan kegiatan pengolahan jahe untuk dijadikan serbuk jahe instan.

Kasie Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan, Jamilah S.P menyatakan bahwa wilayah Seruyan mempunyai potensi jahe yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini jahe hanya dijual segar dan petani belum pernah diajarkan mengenai pengolahan produk berbahan dasar jahe.
Dari rangkaian kegiatan pelatihan ini, pada hari ketiga, para peserta pelatihan mengolah jahe menjadi serbuk jahe. Hal ini dilakukan agar mudah mengkonsumsi dan juga meningkatkan nilai tambah dari jahe itu sendiri.

Adapun bahan pembuatan jahe instan yaitu, gula pasir 2 kg, jahe 500 gram, air 2 liter, serai 2 batang, cengkeh 3 biji, dan kayu manis 2 sentimeter.
Prosedur pembuatan jahe instan, yaitu jahe dikupas dan dicuci bersih, kemudian diblender atau dihaluskan, selanjutnya disaring untuk diambil sarinya, setelah itu didiamkan sekitar 10 sampai 30 menit untuk mengendapkan pati yang terkandung dalam air jahe tersebut. 
Pati tersebut dipisahkan agar tidak terjadi proses penggumpalan pada saat pemasakan atau pada waktu penyeduhan. Sari jahe kemudian dimasak dicampur dengan gula pasir, serai, cengkeh dan kayu manis. 
Setelah kurang lebih 10 menit bahan tambahan tersebut diangkat. Kemudian sari jahe dilanjutkan pemasakan dengan dilakukan pengadukan terus menerus hingga sari jahe berbentuk kristal.Agar tekstur lebih halus, serbuk jahe diblender kering dan diayak. Produk siap dikemas untuk dipasarkan atau dikonsumsi sendiri.Dengan adanya pelatihan ini diharapkan jahe yang ada di Kabupaten Seruyan dapat termanfaatkan dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi, petani dapat membuat inovasi-inovasi kreatif dalam mengembangkan pangan lokal di Kabupaten Seruyan.[advertorial]