Potensi Sorgum Sebagai Sumber Pangan

Cecep Suherdedi
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementrian Pertanian


Sebagai negara agraris yang mayoritas mata pencarian penduduknya ada di sektor pertanian dan dengan jumlah penduduk keempat tertinggi di dunia, dengan jumlah penduduk 238,5 juta jiwa pada tahun 2010 dan diproyeksikan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2035 menjadi 305,6 juta jiwa (BPS, 2013). Cukup wajar kalau Kedaulatan pangan selalu menjadi fokus perhatian kebijakan pemerintah. Ditambah dengan harga pangan dunia yang cenderung berfluktuasi ditambah kondisi pandemi covid 19 yang membuat banyak Negara lebih untuk menahan persediaan pangan masing-masing, berbagai kebijakan, program, dan investasi mulai lebih banyak diarahkan untuk memperkuat kedaulatan pangan.

Agenda prioritas pemerintah adalah mengarahkan pembangunan pertanian ke depan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, agar Indonesia sebagai bangsa dapat mengatur dan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya secara berdaulat. Kedaulatan pangan diterjemahkan dalam bentuk kemampuan bangsa dalam hal: mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri, mengatur kebijakan pangan secara mandiri, serta melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama usaha pertanian pangan. Dengan kata lain, kedaulatan pangan harus dimulai dari swasembada pangan yang secara bertahap diikuti dengan peningkatan nilai tambah usaha pertanian secara luas untuk meningkatkan kesejahteraan petani (Kementan, 2015).

Download PDF