PERTANIAN CERDAS IKLIM, ALTERNATIF PERTANIAN MODERN RAMAH LINGKUNGAN

Dewasa ini, dalam kurun 5 dasawarsa terakhir, isu perubahan iklim merupakan  topik yang menghangat di tengah gencarnya exploitasi sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Perubahan iklim merupakan berubahnya rata-rata anasir iklim yang terjadi dalam kurun waktu yang lama, sehingga merubah pola-pola yang sudah ada sebelumnya.  Perubahan iklim yang terjadi disebabkan oleh banyak faktor termasuk diantaranya adalah faktor alamiah Bumi. Namun, penyebab yang paling dominan adalah faktor antropogenik. Perlakuan dan aktifitas manusia di permukaan Bumi dtengarai menjadi penyebab semakin cepatnya perubahan iklim terjadi.

Perubahan iklim ditandai dengan banyaknya kejadian iklim seperti meningkatnya fluktuasi curah hujan, banyaknya kejadian kekeringan dan banjir yang beriringan di berbagai wilayah, serta meningkatnya suhu global. Perubahan iklim ini terjadi karena perubahan komposisi gas-gas dalam atmosfer terutama pada lapisan yang menyentuh Bumi, troposfer. Troposfer merupakan lapisan yang di luar kulit (permukaan) Bumi sampai ketebalan 10 km. Pada lapisan troposfer inilah terjadinya fenomena cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Komposisi gas di troposfer juga akan berpengaruh terhadap kejadian iklim. Oleh karenanya, komposisi gas yang berubah juga akan berpengaruh secara langsung dengan perubahan aktifitas kimia dan fisika di atmosfer. Yang singkatnya dalam waktu yang panjang akan mengakibatkan perubahan iklim.

Iklim yg tidak menentu

Banyaknya aktifitas manusia yang mempengaruhi komposisi gas di troposfer salah satunya adalah aktifitas pertanian. Aktifitas pertanian dari hulu sampai ke hilir mengeluarkan emisi gas-gas rumah kaca. Gas rumah kaca adalah gas-gas yang menyebabkan efek rumah kaca. Klaim kontribusi sektor pertanian terhadap emisi gas rumah kaca masih dalam perdebatan karena keterbatasan alat dan fasilitas untuk pengukuran. Pengukuran dalam memperkirakan emisi gas rumah kaca secara langsung hanya dapat diukur pada lahan sawah. Berbagai metode perkiraan sudah banyak dijumpai di sekitar kita diantaranya Greenhouse Gasses Observing Sattelite (GOSAT), Chamber/sungkup, Hooijer, TMAT, dan Sensor.

Budidaya pertanian (onfarm) meskipun hanya menyumbang emisi dengan klaim 6-11% dari total emisi gas rumah kaca secara nasional, namun mempunyai komiymen untuk mengurangi emisi untuk menurunkannya. Komitmen ini merupakan komitmen bersama dari semua sektor penyumbang emisi gas rumah kaca. Sehingga diperlukan usaha bersama diikuti dengan pencatatan/pengukuran emisi sebagai bahan pendukung/bukti dalam melaksanakan usaha mitigasi.

Pertanian cerdas iklim merupakan salah satu upaya dalam menerapkan mitigasi emisi gas rumah kaca, namun juga mempertimbangkan adaptasi dan peningkatan produktifitas komoditas pertanian. Pertanian cerdas iklim (Peci) adalah upaya untuk mendapatkan kentungan bersama dalam hal pengurangan emisi gas rumah kaca yang mempunyai potensi kerusakan untuk makhluk hidup di Bumi. Selain itu juga mengupayakan dalam penyesuaian terhadap perubahan iklim yang tidak dapat diHindari serta upaya untuk tetap meningkatkan perekonomian petani melalui peningkatan produktifitas komoditas pertanian.  

Pertanian cerdas iklim merupakan upaya menggabungkan dan mengadopsi perlakuan-perlakuan baik selama onfarm maupun onfarm untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dengan tetap memperhatikan tujuan bertani yaitu meningkatkan produktifitas. Adopsi yang dapat dilakuakn di onfarm antara lain menggunakan bibit adaptif iklim; melakukan penanaman dengan sistem jarwo dan bibit muda; menggunakan pupuk berimbang sesuai dengan rekomendasi kebutuhan pupuk serta meningkatkan penggunaan pupuk organik; menggunakan pestisida nabati; melakukan pengairan berselang sesuai kebutuhan tanaman; dan melakukan panen yang mendekati zero losses. Sedangkan untuk adopsi teknologi offfarm antara lain miminalisasi losses saat pascapanen; menggunakan alsintan dengan efektif dan efisien; menggunakan transportasi untuk mengangkt hasil panen dengan bahan bakar rendah karbon dan penanganan pascapanen yang ramah lingkungan. [Kahfi]