Perkuat Jejaring Kostratani dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi, BBPP Binuang Gelar Pelatihan IT bagi Penyuluh Pertanian Kobar

PERAN Komando Strategis Pembangunan Pertanian tingkat Kecamatan yang disebut sebagai Kostratani merupakan simpul gerakan yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian melalui koordinasi, sinergi, dan penyelarasan kegiatan pembangunan pertanian di kecamatan. 
Karena itu, dalam rangka memperkuat peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian sebagai Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) melaksanakan pelatihan IT bagi Penyuluhan Pertanian. 
Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyuluh, kapasitas petugas pertanian dan penguatan penyelenggaraan kelembagaan pertanian serta Menjalin koordinasi dan jejaring Kostratani dengan pemanfaatan Tekonologi Informasi.  
Pelatihan IT bagi penyuluh pertanian Angkatan VI ini dilaksanakan di Aula Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah selama 3 hari, 27 hingga 29 Mei 2021.  
Sebanyak 30 peserta yang berasal dari 6 wilayah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat dilatih untuk memiliki kemampuan IT.  
Materi pelatihan ini antara lain; Membuat Media Penyuluh Pertanian Audio Visual, Mengakses dan Memanfaatkan Aplikasi Pertanian dan Publikasi Informasi Pertanian, Membuat Media Penyuluh Pertanian Tercetak dan Pemanfaatan Teleconference sebagai Media Komunikasi Penyuluhan Pertanian.  
Untuk mencapai kompetensi materi Pelatihan ini difasilitasi oleh Tim fasilitator Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kotawaringin barat dan Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang. 
Dalam sambutan pembukaan Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kris Budi Hastuti mengungkapkan rasa terima kasih atas dialokasikannya pelatihan BBPP Binuang ke Kabupaten Kotawaringin Barat, sehingga beliau berharap agar para peserta memanfaatkan kegiatan pelatihan ini sebaik mungkin. 
Mewakili Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Soleh Wahyudi menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya menyiapkan sumber daya Penyuluh Pertanian mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang terus melaju, sehingga dapat mulai menyesuaikan kegiatan penyuluhan dengan mengkolaborasikan dengan digitalisasi di era 4.0. 
“Proses penyuluhan pertanian merupakan proses yang dinamis, oleh karena itu kita harus mengikuti perkembangan yang terjadi dimasyarakat dalam proses penyuluhan, terutama perkembangan Internet dan Digitalisasi dan dengan IT harapannya tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa mengumpulkan anggota kelompok tani,” terang Soleh. 
“Kami mengucapkan terima kasih atas dialokasikannya pelatihan ini bagi Penyuluh kami. Mudah-mudahan para penyuluh kami nantinya lebih siap menghadapi era digitalisasi yang serba IT. Untuk itu saya berharap kepada peserta agar benar-benar memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik mungkin,” harap Hastuti. 
Di sela sambutan pada kegiatan penutupan pelatihan Ia berharap agar semua peserta nantinya dapat mengaplikasikan pelatihan ini dalam proses penyuluhan. 
“Yang jelas kita harus mau berubah atau punah,” tegas Hastuti. 
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, kemajuan sektor pertanian dalam revolusi industri 4.0 tidak terlepas dari peran BPP. 
“Oleh karena itu BPP harus diperkuat dengan prasarana sarana pendukung agar dapat mempercepat pelayanan berbasis teknologi dan teknologi informasi,” kata Dedi. 
Lebih lanjut Dedi mengatakan, revolusi sektor pertanian antara lain harus mengupayakan dalam usaha agribisnis menguntungkan, ramah lingkungan dan efisien. 
Penggunaan basis data, peningkatan kemampuan pengumpulan dan pertukaran data dari jarak jauh. Peningkatan provitas. Dan peralatan canggih (robot, sensor suhu, citra satelit, GPS). 
Untuk itu, pendampingan dan pengawalan program pembangunan pertanian di Kecamatan oleh BPP kostratani harus dilakukan, dengan harapan agar penyelenggaraan penyuluhan pertanian dapat berjalan efektif dan efisien, petani sebagai pengguna utama dalam pembangunan pertanian dapat meningkat kesejahteraannya.