Penerapan Teknologi Adaptif Terhadap Perubahan Iklim

Adi Widiyanto
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Dampak pemanasan global yang dipicu oleh semakin banyak dihasilkannya gas rumah kaca akibat penggunaan bahan bakar minyak untuk industri dan transportasi dan aktivitas ekonomi lainnya termasuk aktivitas pertanian telah memicu perubahan iklim secara global yang dampaknya dirasakan juga pada sektor pertanian. Pembukaan hutan dan lahan gambut untuk pertanian disinyalir menjadi aktivitas pertanian utama yang menyumbang terhadap pemanasan global, selain dari gas metan dari peternakan dan laha sawah yang terbuka. Meskipun secara keseluruhan kontribusi sektor pertanian terhadap dihasilkannya gas rumah kaca sangat kecil dibandingkan dengan sektor industri dan transportasi.

Sementara itu, akibat perubahan iklim yang dipicu oleh pemanasan suhu bumi, akan mengakibatkan terjadinya berbagai anomali pola curah hujan yang mengakibatkan kekeringan dan banjir serta pergeseran musim. Perubahan ini berdampak luas terhadap pertanian, terutama terkait dengan pola tanam, peningkatan populasi hama dan penyakit tanaman dan sebagainya yang tidak terantisipasi dengan baik. Untuk itu, pemahaman tentang perubahan iklim ini menjadi penting bagi pelaku pertanian, khususnya petani, agar mampu mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, sehingga sehingga dapat menhidari atau setidaknya meminimalisir risiko usahataninya dari dampak perubahan iklim yang merugikan.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisisr risiko usahatani dari dampak perubahan iklim yang merugikan perlu strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, salah satunya melalui penerapan teknologi usahatani  yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Download PDF