PEMANFAATAN TANAMAN OBAT (BIOFARMAKA) SEBAGAI SOLUSI PANGAN FUNGSIONAL

Oleh:

Asri Puspita Wardhani, M.Sc.

Widyaiswara Ahli Pertama – Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang

Email: asri.wdh@gmail.com

Tanaman obat atau dikenal dengan nama biofarmaka adalah jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsi dan berkhasiat sebagai obat dan dipergunakan untuk penyembuhan atau pun mencegah berbagai penyakit. Berkhasiat obat sendiri mempunyai arti mengandung zat aktif yang bisa mengobati penyakit tertentu atau jika tidak memiliki kandungan zat aktif tertentu tapi memiliki kandungan efek resultan/sinergi dari berbagai zat yang mempunyai efek mengobati. Penggunaan tanaman obat sebagai obat bisa dengan cara diminum, ditempel, dihirup sehingga kegunaannya dapat memenuhi konsep kerja reseptor sel dalam menerima senyawa kimia atau rangsangan tanaman obat (biofarmaka) yang dapat digunakan sebagai obat, baik yang sengaja ditanam maupun tumbuh secara liar. Tumbuhan tersebut digunakan oleh masyarakat untuk diracik dan disajikan sebagai obat guna penyembuhan penyakit.

Tanaman obat merupakan salah satu ramuan paling utama produk-produk obat herbal. Tanaman obat adalah bahan yang berasal dari tanaman yang masih sederhana, murni, belum diolah. Tanaman obat adalah tanaman atau bagian tumbuhan yang digunakan menjadi bahan obat tradisional atau obat herbal, bagian tanaman yang dipakai untuk bahan pemula bahan baku obat. Tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksi dan ekstrak tumbuhan tersebut dipakai sebagai obat. Tanaman obat adalah obat tradisional yang terdiri dari tanaman-tanaman yang mempunyai khasiat untuk obat atau dipercaya mempunyai khasiat sebagai obat. Di mana khasiatnya diketahui dari hasil penelitian dan pemakaian oleh masyarakat (Anonim, 2012). Tanaman obat yang sudah umum dibudidayakan adalah tanaman yang menghasilkan rimpang antara lain jahe, kencur, dan temulawak.

Saat ini pemanfaatan tanaman obat tersebut masih terbatas untuk minuman jamu dan bumbu masakan. Minuman jamu dewasa ini semakin kurang diminati karena rasanya pada umumnya pahit sehingga kurang disukai. Guna menarik minat konsumen perlu inovasi teknologi yang menghasilkan produk olahan yang diminati masyarakat luas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pembuatan aneka produk olahan berbasis tanaman obat adalah tepung temulawak, mie temulawak, cookies temulawak, minuman sari temulawak, stik kencur, minuman beras kencur, dan bidaran jahe. Diharapkan konsumsi produk-produk berbasis tanaman obat ini dapat memiliki fungsi tertentu pada saat dicerna, serta dapat memberikan peran dalam proses tubuh tertentu, seperti: memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental, serta memperlambat proses penuaan.