PEMANFAATAN LAHAN KARET BELUM MENGHASILKAN DENGAN TANAMAN SELA

Sukadi
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementerian Pertanian

Pada areal perkebunan  karet yang masih muda atau tanaman belum menghasilkan (TBM) pada gawangan ( lorong kosong) masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai tambah untuk tanaman sela. Saat yang paling tepat memanfaatkan gawangan  untuk tanaman sela  adalah umur 1 – 3 tahun setelah penanaman. Dari hasil penelitian telah diketahui  bahwa tanaman sela umumnya tidak menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap tanaman karet. Selain memperoleh nilai tambah dari hasil tanaman sela, Tanaman sela yang dapat diusahakan  pada gawangan seperti tanaman pangan seperti jagung,kedelai, padi gogo dll. Lahan pertanian  yang semakin tahun semakin menyempit karena beralih fungsi seperti untuk perumahan, jalan dan lain-lain sehingga perlu adanya inovasi untuk meningkatkan penghasilan dari usaha bertani. Banyak cara dilakukan diantaranya dengan menanam tanaman sela pada tanaman karet yang belum menghasilkan. Seiring kemajuan teknologi, model pertanaman tumpangsari (intercrop) banyak mendapat perhatian. Salah satu diantaranya adalah penanaman tanaman sela  jagung diantara tanaman karet atau tanaman kedelai diantara tanaman karet yang masih muda.. Penanaman tanaman sela  jagung-kedelai juga bertujuan untuk mengatasi persaingan penggunaan lahan untuk tanaman jagung dan kedelai. mengingat bahwa harga jagung relatif baik dan tanaman kedelai termasuk tanaman legume yang dapat memperbaiki kesuburan lahan.

Download PDF