PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN CABAI

Susmawati
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian


Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, karena komoditi ini merupakan jenis sayuran yang setiap harinya banyak dikonsumsi. Tanaman ini juga mempunyai daya adaptasi yang cukup baik untuk dibudidayakan hampir pada semua jenis tanah dan tipe iklim yang berbeda, serta dapat diusahakan sepanjang tahun.

Melihat kenyataan diatas, potensi produksi dan pemasaran cabe merah cukup besar di Indonesia dan peluang ekspor pun masih terbuka lebar. Baik untuk pasar bebas maupun untuk kebutuhan industri, kebutuhan cabai per kapita (2013) adalah 5 kg/tahun, dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 270 juta, maka kebutuhan akan cabai melebihi angka 1 Milyar Kg per tahun. Harga cabai di pasar bebas cenderung lebih baik bila dibandingkan dengan komoditi sayuran yang lainnya, begitunpula harga kontrak dengan industri yang cukup tinggi. Tantangannya adalah bagaimana produksi cabai terus meningkat agar petani cabai bisa terus mendapatkan keuntungan kedepannya. Namun petani cabe merah belum memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Kemampuan hasil per hektar cabe merah rata-rata 4,3 ton/ha. Padahal berdasarkan penelitian, potensi produksi masih bisa ditingkatkan berkisar antara 6 – 10 ton/ha. Masalah utama disebabkan oleh masih kurangnya penguasaan teknologi tepat guna, dari pra panen sampai pemasaran.

Download PDF