OpSiPolTif Tech” Siap Menghantarkan Kacang Tanah Menjadi Primadona Pangan Dan Pakan Nasional Secara Berkelanjutan

Budiono
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Kacang Tanah (Arachis hypogaea (L.) Merr  ) pangan alternatif yang kaya akan gizi baik vitamin, mineral dan unsur essensial, tersebar pada merupakan  tanaman Ordo Leguminales pada famili papilionaceae, dengan ciri ciri akar mempunyai bintil akar yang kaya bakteri Rhizobium yang mampu memfiksasi nitrogen langsung dari udara dan batang yang beruas banyak berpotensi untuk dimodifikasi dengan pendekatan aspek lingkungan, yaitu perlakuan pupuk dan ZPT alami. Sehingga mampu memberikan polong lebih dari umumnya yang hanya berada pada sekitar perakaran saja. Namun dengan pendekatan OpSiPolTif ruas ruas batang bisa dimodifikasi sehingga muncul akar (gynofor  ) yang selanjutnya berkembang menjadi polong tambahan. Dengan didukung pemilihan varietas tertentu seperti : Varietas Kelinci, Singa, Turangga, dan Domba setiap polong mampu memberikan 3-5 biji. Berdasarkan hasil riset dan kajian dilapangan yang mana hingga 2020 telah masuk pada kajian ke-3 (sedang stabilisasi perlakuan).

Kacang Tanah mampu menyokong peningkatan kesejahteraan masyarakat, telah bervariasi peruntukkannya secara tradisional produk kacang tanah hanya untuk di rebus, digoreng, atau dibuat campuran sambal pecel berbahan kacang tanah. Namun dengan perkembangan industri olahan tersebut Kacang Tanah telah termodivikasi untuk memenuhi kebutuhan sekunder yaitu bahan sayur instan, aneka kacang atom dengan aneka rasa, kacang oven non kolesterol, minyak goreng, dan ragam snack lainnya. Bahkan jauh dari itu produk limbah kacang tanah telah dimanfaat kan dalam industri dengan beraneka turunan produk kacang tanah yaitu sebagai konsentrat pakan ternak, dan pupuk organik.

Download PDF