Konsumsi Buah Dan Sayur Dalam Menangkal Radikal Bebas

Febtu Arisandi
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Kesibukan dalam bekerja dan interaksi sosial yang semakin padat membuat kita jarang sekali memperhatikan kebutuhan akan nutrisi tubuh. Kondisi lingkungan yang kian hari semakin memperhatinkan dengan banyaknya sumber radikal bebas seperti asap rokok, asap kendaraan bermotor dan produk pangan yang terkontaminasi pestisida. Radikal bebas dalam tubuh adalah molekul yang kehilangan salah satu pasangan elektron bebasnya sehingga menjadi molekul yang tidak stabil. Molekul tidak stabil ini tetap memerlukan pasangan agar seimbang, namun karena tidak menemukan pasangan elektronnya, justru akan berubah menjadi molekul radikal bebas. Semakin banyak molekul radikal bebas dalam tubuh Anda, semakin besar pula risiko Anda mengalami penuaan dini serta terserang gangguan fungsi jantung dan kanker. Radikal bebas dapat terbentuk secara alami di dalam tubuh dan bisa diperoleh dari luar tubuh. Radikal bebas yang terbentuk di dalam tubuh adalah bahan kimia yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Sedangkan radikal bebas dari luar tubuh ditimbulkan akibat asap rokok, asap kendaraan bermotor dan radiasi.

Dalam melawan radikal bebas yang berlebihan terdapat suatu molekul yang mampu menetralkannya. Molekul ini dikenal dengan molekul antioksidan. Antioksidan bekerja sebagai pendonor elektron untuk radikal bebas yang tidak memiliki pasangan.. Tujuannya adalah untuk mencegah molekul radikal bebas mencuri elektron dari sel tubuh yang sehat. Selain memberikan pasangan elektron, antioksidan juga menetralisasi sifat negatif dari molekul radikal bebas. Seperti halnya radikal bebas, sebenarnya secara alami antioksidan diproduksi di dalam tubuh kita dan ada juga yang berasal dari luar tubuh. Molekul antioksidan dari luar tubuh dapat berasal dari makanan-makanan yang bernutrisi. Ada banyak molekul antioksidan yang tersebar dalam makanan, beberapa yang familiar misalnya vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Mengonsumsi makanan yang kaya akan molekul antioksidan dapat mengurangi resiko tersebut.

Download PDF