Konsep Daya Saing Pertanian

Cecep Suhardedi
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Globalisasi dan liberalisasi perdagangan memberikan peluang sekaligus tantangan baru yang harus dihadapi dalam pembangunan kedepan. Memberikan peluang karena pasar komoditas pertanian akan semakin luas sejalan dengan dihapuskannya berbagai hambatan perdagangan antar negara. Namun liberalisasi perdagangan juga dapat menimbulkan masalah jika komoditas yang diproduksi secara lokal tidak mampu bersaing dengan negara lain sehingga pasar domestik semakin dibanjiri oleh komoditas impor, yang pada gilirannya akan merugikan produsen lokal yang dalam jangka panjang menyebabkan ketergantungan impor karena produsen lokal mengganti atau bahkan berhenti memproduksi komoditas tersebut. Oleh karena itu peningkatan daya saing merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari dalam pelaksanaan pembangunan pertanian pada khususnya di masa yang akan datang.

Daya saing merupakan suatu konsep yang menyatakan kemampuan suatu produsen untuk memproduksi suatu komoditas atau produk dengan mutu yang cukup baik dan biaya yang cukup rendah sehingga pada harga-harga yang terjadi di pasar komoditas atau produk tersebut dapat diproduksi dan dipasarkan oleh produsen dengan memperoleh keuntungan yang mencukupi sehingga dapat mempertahankan kelanjutan biaya produksinya (Simanjuntak, 1992 dalam Pranoto, 2011).

Mengetahui daya saing suatu komoditas atau produk dapat diukur melalui dua pendekatan. Kedua pendekatan tersebut adalah tingkat keuntungan yang dihasilkan dan efisiensi pengusahaan komoditas atau produk. Melalui pendekatan yang pertama yaitu tingkat keuntungan yang dihasilkan dapat dilihat dari dua sisi yaitu keuntungan privat dan keuntungan sosial. Sedangkan melalui pendekatan efisiensi pengusahaan komoditas atau produk, dapat dilihat dari dua indikator yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif (Feryanto, 2010 ; Pranoto 2011).

Download PDF