KERAGAAN MODEL POTENSI AGROEDUWISATA DI BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN (BBPP) BINUANG

Septiana, S.P., M.P
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementerian Pertanian

Agro edu wisata dapat dimaknai menawarkan konsep pengalaman kepada pengunjung tentang kehidupan daerah pertanian. Pengunjung mendapat kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani dan nelayan. Pelibatan wisatawan dalam penggunaan lahan dan komoditas pertanian, atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Jenisnya cukup banyak, tergantung komoditas apa yang ingin ditonjolkan tentunya dengan menekankan prinsip-prinsip pendidikan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Berbagai kegiatan kreatif ekonomi terlihat dari tumbuhnya beragam aktivitas di hulu-hilir, hingga bentuk penyajian produk serta sinergisme dengan sektor terkait.

Di beberapa negara maju, agrowisata sangat berkembang pesat. Agrowisata adalah pilihan tujuan wisata yang tepat bagi masyarakat perkotaan. Mereka kebanyakan jenuh dengan kebisingan kota, polusi, macet, dan lain sebagainya. Mereka ingin mendapatkan hiburan yang alami dan segar sambil belajar mengetahui asal usul makanan yang mereka makan setiap harinya. Anak-anak akan tahu bahwa buah dan susu yang mereka makan berasal dari perkebunan dan pertanian, bukan dari rak supermarket. Saatnya masyarakat perkotaan meninggalkan hiburan malam dan mall untuk beraktivitas di agrowisata. Saatnya anak-anak main keluar meninggalkan gadget-gadget mereka dan berpetualan di alam bebas faktor utama (Keliwar, 2013).

Download PDF