Kementan Latih Penyuluh Program IPDMIP

TEPAT pada 14 Oktober 2021 di Hotel Vape Banjarbaru Kalimantan selatan, penyuluh asal Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST), Batola, dan Tanah Bumbu mengikuti kegiatan Bimtek Penyuluh Pertanian dalam rangkan Program IPDMIP. 
Program IPDMIP merupakan program merupakan program pemerintah yang didanai oleh Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agriculture Development (IFAD) bergerak di bidang irigasi dengan melibatkan 3 instansi pemerintah yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pertanian.

Adapun tujuan utama dari pelaksanaan Program IPDMIP khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan yakni untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani serta memperbaiki sistem irigasi dari sisi pengelolaan dan pengembangannya yang lebih baik dan efisien. 
Pada kesempatan lain Menteri Pertanian RI menyatakan, peningkatan kompetensi SDM pertanian terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk petani dan penyuluh di wilayah IPDMIP.
“Apalagi, IPDMIP memiliki posisi strategis sebagai pendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan bagi petani,” ungkap Syahrul Yasin Limpo.

Menurutnya, SDM pertanian menjadi kunci utama untuk memajukan pertanian secara umum dari hulu hingga hilir. Pesatnya perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara optimal. 
“Dengan potensi yang besar dan kompeten, pertanian Indonesia optimistis bisa memenangkan persaingan industri 4,0,” tegas SYL lagi.
Pada kesempatan Dinas Pertanian Kalimantan Selatan dan BBPP Binuang bekerjasama dalam peningkatan kompetensi Penyuluh pertanian.

Retno Hermawan SP M.Si mewakili Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menyampaikan 2 materi pokok terkait penderasan teknologi dan informasi. 
“Hari ini kami menyampaikan 2 materi di bidang Digitalisasi dan Publikasi Materi Penyuluhan dan Juga digitasi polygon lahan petani. Dengan digitasi dan publikasi, penyuluh selaku aparat pemerintah dapat mendorong penderasan informasi dan teknologi terkait bidang pertanian kepada stakeholder dan petani yang membutuhkan informasi pertanian,” papar Retno.
Sedangkan untuk Poligon lahan petani, saat ini kementerian pertanian melalui e-Reporting Petugas diharapkan penyuluh melakukan polgonisasi luas lahan poktan di wilayah binaannya.

“Dengan adanya polygon yang terdigitasi diharapkan data luas lahan akan semakin akurat dalam hal penentuan penyaluran saprotan baik itu benih, pupuk, obat-obatan tanaman, dan lainnya,” pungkas Retno.[adv]