Kementan Latih Kewirausahaan DPM/DPA Kaltim

TARGET Kementerian Pertanian (Kementan) mencetak 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024, dan secara konsisten terus dilakukan sebagai upaya regenerasi petani. 
Regenerasi pertanian sangat penting sebagai syarat terwujudnya pertanian berkelanjutan dalam rangka mencapai ketahanan pangan di masa depan.

Untuk mendukung penumbuhan petani milenial yang andal, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa peningkatan pengetahuan dan kemampuan mereka sangat penting. 
“Masa depan pertanian Indonesia ada di tangan petani-petani milenial. Untuk itu, kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas mereka,” tutur Mentan SYL. 
Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan Provinsi Kalimantan Timur.

Pelatihan dilaksanakan di UPTD BPPSDM Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 12 hingga 14 Oktober 2021 ini diikuti sebanyak 36 Duta Petani milenial/Duta Petani Andalan dari seluruh Provinsi Kalimantan Timur.
Adi Widiyanto selaku Ketua Pelaksana mengatakan, pelatihan ini merupakan rangkaian dari pelatihan kewirausahaan yang sudah dilaksanakan secara online (daring) yang secara nasional telah dibuka secara resmi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada 6 September 2021 lalu.

“Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi petani milenial dalam berwirausaha dan mengembangkan usahanya. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat terbangun jejaring kerja dan kemitraan baik diantara mereka maupun dengan pihak-pihak lain seperti perbankan dan eksportir. Ke depannya hasil pertanian petani milenial ini dapat diekspor,” jelas Adi.   Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si. Dalam arahannya, Yulia mengatakan bahwa regenerasi pertanian sangat penting sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Jumlah penduduk Indonesia selalu bertambah dan saat ini sudah mencapai kurang lebih 273 juta orang. Semuanya butuh makan, jika tidak bisa terpenuhi dapat menimbulkan berbagai kerawanan sosial.  
Pada kondisi ini maka peran generasi muda sangat  diharapkan dengan menekuni pertanian sebagai profesi.

“Sudah terbukti bahwa bisnis di dunia pertanian tidak pernah mati. Pada masa pandemi saat ini sektor pertanian tetap tumbuh positif ketika sektor-sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif,“ kata Yulia.
Melalui pelatihan kewirausahaan bagi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan ini akan mempercepat resonansi dan penguatan petani milenial serta mendorong regenerasi petani di daerah.[adi/adv]