Kementan Dukung Kreativitas P4S Jadi Wahana Ecoeducation

SELEPAS melaksanakan pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Sampit dan Pangkalanbun, Tim Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang diundang untuk berkunjung ke P4S Karya Baru Mandiri.
BBPP Binuang sendiri merupakan salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Widyaiswara BBPP Binuang mendapat undangan langsung dari sang manajer, Syahrian ke P4S Karya Baru Mandiri di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. 
Tim diajak keliling areal kebun P4S. Bahkan meski sudah pukul 17.15 WIB, tim termotivasi untuk turut memberikan kontribusi untuk memperkuat dan mewujudkan kreatifitas sang pendiri P4S, Syahrian. 
Tim meliputi Purnadi SP MP, Yusuf Rijanto MA dan Budiono, bersama tim Assosiasi Petani Porang Kotim (Appokat).

Syahrian mengatakan, mulai wahana usaha tani peternakan sapi potong. Hal menarik pada wahana ini, yaitu sapi yang berasal dari negeri kangguru, Australia ini awalnya merupakan sapi yang dititipkan untuk dijadikan bahan studi dan kajian oleh coorporite dari Australia sebanyak 20 ekor.
Menurutnya, dengan kesabaran dan kreativitasnya sapi ini tumbuh dan berkembang sesuai harapan sang pemilik yaitu coorporite dari australia. Hal tak terduga dari suatu tantangan menjadi peluang, setelah melewati proses yang panjang dan menantang pihak coorporite memberikan cuma-cuma kepadanya untuk menjadi demofarm bagi petani di sekitarnya.

“Apalagi dengan semangat dan kreativitas, saya juga mengolah limbahnya hingga mendatangkan hasil cukup besar sebagai kompos rata rata setiap hari 400 sampai dengan 500 kilogram,” kenang Syahrian 1,5 tahun silam.
Tak hanya itu beliau juga mengajak dan menikmati wahana hortikultura, ternak lebah klanceng, wahana yang sungguh menarik tak sangka di lahan kering bertekstur pasir dapat dikembangkan hortikultutara seperti cabe, tomat, sayuran lainnya dan labu yang berbentuk lonceng excotic sekali.

“Bahkan berkesempatan nikmatnya khasiat madu lebah klanceng miliknya,” ungkap Budiono saat berada di wahana perlebahan.
Kreativitas dan semangatnya telah menarik perhatian tim, begitu pula tim gayung bersambut memberikan motivasi dan informasi menjadi inspirasi untuk dikembangkan menuju Ecoeducation.
“Apalagi dengan spirit bapak menteri dalam mengembangkan sumber daya manusia pertanian, tentu momentum yang tak boleh disia-siakan,” tambahnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan perlunya menggerakkan pertanian mulai dari desa hingga kecamatan. Sinergitas Kementan bersama Kementerian Dalam Negeri akan menggerakkan ekonomi dan membangun bangsa.

Salah satu contoh, yakni saat pandemi corona saja, sektor pertanian luar biasa tangguh dan satu-satunya penyelamat perekonomian nasional.
Mentan mengatakan, berbagai terobosan dan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan pertanian guna mewujudkan SDM unggul harus terus didorong guna peningkatan produktivitas, kualitas dan kontinuitas produksi pertanian secara nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil optimal.
Selanjutnya, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menyampaikan, petani milenial di wilayah Kalimantan Tengah melakukan penetrasi untuk membangun jejaring ekonomi bersama dengan BUMDes mengembangan sinergisitas dengan BUMP baik P4S, Gakpotan, JPN dan kelembagaan petani lainnya. 
“Sehingga permasalah usaha tani dapat diselesaikan bahkan menjadikan masalah menjadi peluang baru. Saya harap melalui pelatihan ini dapat menjadi kebangkitan petani milenial di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya.[advertorial]

By metrokalimantan.com