Kementan, Berbagi Ilmu Okulasi Durian melalui Bertani On Cloud

SELASA, 12 Oktober 2021, P4S Maspul II berbagi ilmu okluasi tanaman durian. Okulasi merupakan teknik pengembangbiakan tanaman secara vegetatif, yaitu dengan cara menempelkan mata tunas dari suatu tanaman kepada tanaman lainnya.
Dengan okulasi didapatkan keunggulan seperti tanaman indukannya yang memiliki produksi banyak dan tahan hama penyakit.

Dengan adanya teknologi ilmu okulasi yang petani diharapkan dapat mendukung gerakan tiga kali ekspor sektor perkebunan.
Kementan memiliki program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) sebagai pendobrak kerja luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama 4 tahun ke depan. 
Program ini juga biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

“Saya menitipkan pesan kepada pelaku eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat,” kata Syahrul Yasin Limpo pada kesempatan lain.
Melalui kegiatan Bertani On Cloud, Masjidil salah seorang Pendiri P4S Maspul II menjelaskan cara okulasi durian bersama timnya. 
“Untuk okulasi tanaman durian, langkah pertama yang kita lakukan ialah pemilihan entris. Untuk memilih entris diharapkan dari cabang plagiotrop atau cabang kipas, setelah itu kita lihat apakah ada penyakit atau tidak, karena jika entris terserang penyakit maka tanaman akan terserang penyakit juga dan tidak tumbuh, lalu kita pilih dari batang yang memang memiliki sifat unggul tanaman,” ujar Masjidil, Ketua P4S Maspul II.

Menurutnya, setelah memilih batang atas kita pilih batang bawah, batang bawah diharapkan tanaman durian yang memang kokoh dan memiliki perakaran yang kuat.
“Setelah itu kita pilih lakukan penyambungan. Dalam kegiatan penyambungan diharapkan semua alat yang digunakan telah disterilkan,” ujar Ketua P4S ini.
“Setelah penyambungan dilakukan perlu dilakukan perawatan, perawatan dilakukan dengan cara penyungkupan, penyiangan gulma, pemupukan dan juga penyiraman,” pungkas Masjidil.[adv]