KELEMBAGAAN BISNIS PETANI SEBAGAI BERGAINING VALUE BAGI PETANI

Septiana, S.P., M.P
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementerian Pertanian

Kelembagaan adalah sekumpulan jaringan dari relasi sosial yang melibatkan orang-orang tertentu, memiliki tujuan tertentu, memiliki aturan dan norma, serta memiliki struktur. Kelembagaan berbeda dengan organisasi, kelembagaan cenderung tradisional, sedangkan organisasi cenderung modern. Organisasi merupakan bagian dari kelembagaan (Binswanger dan Ruttan, 1978). Dalam konteks ini, organisasi merupakan organ dalam suatu kelembagaan. Keberadaan organisasi menjadi elemen teknis penting yang menjamin beroperasinya kelembagaan. Kelembagaan dapat berbentuk sebuah relasi sosial yang melembaga (non formal institution), atau dapat berupa lembaga dengan struktur dan badan hukum (formal institution). Kondisi eksisting saat ini terdapat kelembagaan tradisional dan kelembagaan modern. Keduanya mempunyai peranan yang sama penting untuk menunjang kegiatan pertanian. Kelembagaan Petani yang umum ada di desa adalah Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani. Kelompok Tani dibentuk atas kesamaan kebutuhan yang didasari oleh terkelompoknya hamparan lahan usahatani para petani atau atas dasar domisili petani pada suatu areal. Gapoktan maupun Kelompok Tani mempunyai peranan yang penting bagi anggotanya seperti untuk memenuhi kebutuhan petani untuk kegiatan budidayanya yaitu kebutuhan pupuk, bibit, peralatan, penyediaan modal, hingga pemasaran. Keberadaan Poktan dan Gapoktan diharapkan membantu meningkatkan kesejahteraan para petani.
Download PDF