KAJIAN BUDIDAYA JAGUNG (Zea mays L.) POLA “OpSiTongTif”

Budiono
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Kajian  ini mencoba untuk mengimplementasikan konsep optimalisasi nutrisi, polinasi, disain tanam, dan harmonisasi pasar. Kaji widya ini membahas tentang manajemen pengelolaan nutrisi, optimalisasi tongkol dan polinasi, pengelolaan disain tanam dan terwujudnya pasar yang sehat dan harmonis. Data dikumpulkan dari data primer (hasil penelitian pendahuluan riset ke-1 hingga riset ke- 6) dan data sekunder . Data primer diperoleh dari hasil penelitian 1 (sinkronisasi waktu polinasi pada penanaman jagung beda waktu.) hingga penelitian ke-6 (optimalisasi mutu dan stabilisasi produksi ). Data sekunder didukung dari data hasil jurnal, prosedding, makalah ilmiah dan teks buku tentang budidaya jagung, nutrisi, ZPT, Polinasi dan karakteristis tanaman Kelas Greamineae. Data pada kajian ke-7 menggunakan metode deskriptif siklus pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung pada beberapa waktu tanam yang berbeda umur 1, 2 hingga 3 minggu. Waktu penelitian pada tanggal 10 November 2018 hingga 10 April 2019 di Lahan Praktek Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Kelurahan Binuang Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin, Propinsi Kalimantan Selatan. Penerapan teknologi budidaya tanaman jagung sesuai teknologi rekomendasi spesifik lokalita dengan modifikasi waktu tanam/disain tanam, perlakuan ZPT alami, dan pemupukan Suplemen Tanaman. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi, pengaturan waktu tanam dan polinasi, sehingga terjadi sinkronisasi polinasi tanaman ke-1 dengan tanaman ke-2 mampu mewujudkan tanaman jagung bertongkol lebih dari 2, dengan sistem panen 3 kali yaitu panen baby corn, jagung muda dan jagung pipil/pakan. Produksi baby corn 325-450 Kg/Ha; 15.000-20.000 tongkol jagung muda/Ha ; dan hasil pipilan jagung kering 9,65 ton/Ha, Sistem buddiaya jagung pola OpSiTongTif mampu memberikan keuntungan usaha bagi petani sebesar Rp.26.750.000/Ha/musim dengan tingkat B/C ratio sebesar 1.68. Sistem ini juga mampu mengontrol harga jagung karena petani tidak produksi jagung pipil saja tapi menghasilkan baby corn dan jagung muda dengan distribusi produksi sepanjang tahun.

Download PDF