Jagung, Primadona Pangan dan Pakan Nasional

Budiono
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang
Kementerian Pertanian

Jagung merupakan tanaman potensi pemasok bahan baku industri dan sebagai sumber pangan alternatif, tersebar pada segala kondisi lahan dan musim. Untuk memenuhi prosepek tersebut petani diharapkan mampu berionovasi dan kreatif berbudidaya sesuai spesifik lokal atau Climate Smart Agriculture (CSA). Salah satunya Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono sedang menguji multilokasi budidaya jagung dengan teknologi berpotensi tongkol lebih dari dua. Teknologi ini mampu membantu petani panen 2-3 kali dalam 1 siklus produksi, yaitu panen janten(Baby Corn); Jagung Muda ( Young Corn) dan diakhir siklus seorang petani dapat memanen 1-2 tongkol jagung pakan/pipil ( Old Corn).

Jagung  ( Zea mays  L. ) merupakan tanaman kelas Greamineae, dengan ciri ciri batang yang beruas banyak berpotensi untuk dimodifikasi dengan pendekatan aspek lingkungan, yaitu perlakuan pupuk dan ZPT alami.Sehingga mampu memberikan tongkol lebih dari 2(dua) seperti umumnya yang telah ada dengan pendekatan genetik dengan adanya benih jagung tongkol dua. Berdasarkan hasil riset dan kajian dilapangan yang mana hingga 2020 telah masuk pada kajian ke-7 (sedang stabilisasi perlakuan).

Jagung makin berkembangnya tingkat kesejahteraan masyarakat, telah bervariasi peruntukkannya secara tradisional produk jagung hanya untuk di rebus, bakar, atau dibuat nasi/pangan berbahan jagung. Namun dengan perkembangan tersebut jagung telah termodivikasi untuk memenuhi kebutuhan sekunder yaitu bahan sayur dalam masakkan capjay, soup, sayur bening dan oseng dll. Khususnya dari bagian tongkol muda (baby corn). Bahkan jauh dari itu produk jagung telah dimanfaat kan dalam industri dengan beraneka turunan produk jagung mulai untuk aneka ragam industri snack, tepung maizena, agar agar, susu nabati, beras analog, mie jagung, aneka makanan dalam kaleng, minyak goreng, dan lain-lain.

Download PDF