INOVASI TUMPANGSARI MEMPERKUAT PROGRAM FOOD ESTATE

Budiono
Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang
Kementerian Pertanian

Program food estate telah digulirkan bagai, dua sisi mata uang, berperan untuk percepatan mensejahterakan yang memakmurkan petani dan  Untuk mewujudkan lumbung pangan nasional menuju swasembada pangan nasional yang menjadi program unggulan kementerian Pertanian RI”. Papar Budiono saat lakukan kajian tumpangsari di lahan praktek,Inkubator Agribisnis, BBPP Binuang.

Food Estate di Kabupaten Kapuas tahun 2020 ditargetkan 20.000 Ha, dari total 165.000 Ha untuk tiga tahun kedepan bersama kabupaten PulangPisau (Pulpis). Sebagai UPT yang menjadi tuan rumah Program “Food Estate KaPupis” Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Dr.Yulia Asni Kurniawati,Msi spontan merespon dengan mempersiapkan Program dan kegiatan untuk memperkuat Sumber  Daya Manusia pelaku Food Estate, yang dirasa masih lemah baik informasi, pengetahuan, skill dan spirit khususnya para petani milenial. Salah satu untuk mewujudkan dan menarik perhatian kaum milenial untuk berusaha dibidang pertanian adalah adanya jaminan kesejahteraan. Mengingat lahan food estate termasuk kategori lahan marginal sub optimal, maka diperlukan inovasi – inovasi untuk mewujudkannya. Salah satu inovasi yang telah dikaji adalah optimalisasi lahan marginal sub optimal ini adalah memanfaatkan surjan –surjan dengan tanaman buah-buah dan tanaman semusim  seperti aneka sayur, tanaman kacang kacangan dan palawija. Sebagaimana telah dilakukan di lahan praktek Inkubator agribisnis BBPP Binuang” Imbuh budiono.

Download PDF