Bekerjasama dengan BBPP Binuang, Dinas TPHP Kobar Gelar Pelatihan Penyuluh Pertanian Berbasis IT

MMC Kobar – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Bagi Aparatur Angkatan VI, yakni Penyuluh Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Berbasis Informasi Teknologi (IT) pada Kamis (27/3). Penyelenggaraan kegiatan ini dipercayakan kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) selama 3 hari mulai tanggal 27-29 Mei 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas TPHP ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas TPHP Kobar, Kris Budi Hastuti didampingi Kepala Bidang PSP, Suryati yang juga sekaligus Ketua Panitia Pelaksana. Pelatihan juga dihadiri oleh Widyaiswara dan Fasilitator sekaligus penyelenggara kegiatan dari BBPP Binuang, Soleh dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Rody Iskandar, S.Sos.,M.Si sebagai narasumber kegiatan pada hari pertama dan diikuti sebanyak 30 orang ASN Penyuluh Pertanian.

Kegiatan Pelatihan Penyuluh Pertanian Berbasis IT ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan (upgrade) para petani dalam penguasaan IT dan penyerapan teknologi pertanian itu sendiri, menimbang saat ini telah memasuki Era Industri 4.0 yang secara tidak langsung memaksa segala aspek harus mampu mengoperasikan teknologi yang lebih efektif dan efisien.

“Pada era industri 4.0 tentunya penyuluh tidak bisa menghindar lagi untuk tidak melaksanakan tugas fungsinya sesuai tuntutan zaman. Untuk itu diperlukan kesiapan sumberdaya manusia penyuluh pertanian yang dapat mengelola dan menghadapi disrupsi teknologi ini,” kata Kris.

Ditambahkan Kris, Inovasi teknologi bersama sumberdaya manusia dan infrastruktur menjadi pengungkit yang besar dari efisiensi proses penyuluhan pertanian. Inovasi teknologi tersebut diimplementasikan di lapangan dan diperlukan SDM yang handal, profesional dan berdaya saing terhadap teknologi.

“Penyuluh harus meningkatkan kemampuan diri/upgrade) diri dalam penguasaan  IT, dan penyerapan teknologi pertanian itu sendiri. Jadi mau tidak mau atau suka tidak suka, penyuluh harus masuk ke era 4.0 yang kini sudah menghasilkan teknologi yang lebih efektif efisien dan produktivitas tinggi,” imbuh Kris.

Diharapkan melalui kegiatan pelatihan dapat mendorong para penyuluh pertanian ke era yang bukan Konvensional lagi, dan mulai bergerak ke era sekarang yang benar-benar wajib menggeluti teknologi informasi sehingga mempermudah efektifitas dan efisiensi bidang pertanian dalam segala aspek. (dtphp_kobar)