BBPP Binuang Latih Petani Seruyan Tingkatkan Keterampilan Pengolahan Pangan Lokal

INDONESIA merupakan negara yang dikenal dengan negara yang memiliki sumber daya berlimpah. Salah satu sumber daya pangan lokal yang paling diminati oleh seluruh dunia adalah rempah-rempah dan tanaman obat.
Untuk mendukung penyediaan pangan lokal bagi masyarakat, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melalui BBPP Binuang  menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Non Aparatur Angkatan XXX yang mengangkat tema mengenai tanaman obat.

Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 hari yang diikuti oleh petani dan penyuluh pertanian. Pelatihan ini dilaksanakan di BPP Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Dipandu oleh Widyaiswara BBPP Binuang, Intan Kurnianingrum, S.TP., M.T.P., salah satu materi pelatihan yang disampaikan adalah mengenai Pengolahan Tanaman Obat. 
Jenis tanaman obat yang umum ditemukan di Indonesia antara lain jahe, mengkudu, lidah buaya, pegagan, temulawak, asitaba dan lain-lain.

Pada umumnya tanaman tersebut mengandung senyawa-kimia yang berperan dalam mendukung ketahanan tubuh yaitu flavonoid, tanin, kurkumin, asiatikosid dan polifenol senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat diformulasi menjadi minuman fungsional sebagai menu untuk sehari-hari.
Pada pelatihan kali ini, dilakukan pengolahan jahe menjadi produk jahe instan. Hal ini sebagai salah satu implementasi diversifikasi pangan sisi hilir sebagai cara bertindak kedua (CB2) yang ditekankan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kasie Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan, Jamilah S.P menyatakan bahwa wilayah Seruyan mempunyai potensi jahe yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Selama ini jahe hanya dijual segar dan petani belum pernah diajarkan mengenai pengolahan produk berbahan dasar jahe. 
“Harapannya, produk pertanian/pangan yang kita jual keluar nantinya tidak sekedar produk dalam bentuk bahan baku, tetapi berupa produk olahan, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi. Pelatihan kali ini sebagai upaya untuk itu,” demikian Jamilah menegaskan. 
Harapannya, setelah pelatihan ini, warga bisa membuat inovasi-inovasi kreatif dalam mengembangkan pangan lokal di Desa Seruyan Hilir.[advertorial]